Wednesday, August 29, 2007

Hikmah dari segala sesuatu

Dua hari sudah berlalu semenjak kejadian 'weekly report' yang benar-benar membuat saya gundah gulana. He he he...

Tapi waktu itu saya emang bener2 yang kacaw balaw kalo nggak dibilang stress. Perut sampai berasa mual sekali. Hari itu memang saya berencana puasa, walopun gak makan sahur. Sampai di Gramedia, saya sudah tidak bisa lagi menahan mual. Duh, asam lambung saya berulah lagi nih. Akhirnya saya mampir ke Dunkin Donut untuk secangkir dark coffee double sugar dan sepotong donat coklat. Tapi tetep aja keringat dingin dan mual serta perasaan tidak enak tidak bisa hilang, sampai akhirnya saya bertemu sama Miss Deti.

Begitulah, sodara-sodara, perasaan seorang emak terhadap permasalahan buah hatinya. He he he, atau cuman saya aja ya yang agak berlebih-lebihan? Anyway....

Semenjak hari itu, saya memang jadi lebih sabar dan tidak mudah marah pada anak-anak. Juga less ngototnya. Biasanya kalo saya lagi asik main komputer, Daffa saya marahin kalo merengek2 minta ditemani mewarnai atau menggambar. Jawaban saya selalu sama: 'Abang, please grown up ! Mama is sitting just 2 mtrs from you..' Sekarang baru saya melihat. Ketika Daffa minta 'ditemani', maksud sebenarnya adalah saya ada di sampingnya, memperhatikan dia.

Dari buku2 mewarnai dan pre-writing yang saya belikan untuk latihan dirumah, saya bisa melihat kepanikan Daffa ketika garis yang ditariknya di pre-writing section, out of track. Atau ketika warna crayonnya keluar dari garis gambarnya. Jadi, sebenarnya fungsi dia minta saya duduk disampingnya adalah untuk mengatakan bahwa kesalahan yang dia lakukan tersebut is just fine.

Hmm... sementara ini saya memang menemani dan menenangkan Daffa dg cara seperti yang dia mau. Sejujurnya, saya tidak tahu alternatif lain yang bisa saya lakukan yang bisa berefek positif. Dalam bayangan saya, suatu ketika nanti saya harus mengajari dia untuk lebih independen dan tidak terlalu mengkhawatirkan kesalahan2 kecil such as those mistakes. Tapi dg cara bagaimana, rasanya saya harus bertemu seorang yang ahli dulu untuk bisa memutuskannya.

Tadi siang saya juga ketemu Miss Manda, guru kelas Daffa. Ternyata selama ini memang Daffa selalu minta ditungguin dalam mengerjakan paperwork di kelas. Persis yang selama ini dia minta saya lakukan untuknya di rumah. Dan yang Miss Manda lakukan adalah memberi contoh dan meninggalkannya. Bisa dimaklumi, karena masih banyak anak2 lain yang harus di-handle. Kata beliau sih, it works pretty well. Daffa tidak terlalu rewel selalu bisa mengerti perintah2 yang harus dilakukan.

Well, memang selalu ada hikmah dari segala sesuatu. Dan merugilah manusia yang tidak bisa menarik hikmah dari setiap permasalahan yang dihadapinya. Dan semoga saya selalu dikayakan akan hikmah dari setiap permasalahan hidup saya. Aamiinn...

No comments: