Monday, August 27, 2007

Am I a good mother to my children?

Saya lagi sediiihhhh banget.

Tadi pagi saya menerima weekly report daffa untuk yang kesekian kali. Something written on the report makes me feel so awful. Begini nih bunyi beberapa bagian dari report tsb:

Pre-writing / Writing --> It seemed that he wanted to trace the lines perfectly so he did it very slowly

Creativity & Aestethics --> As in pre-writing, it looked like he wanted to colour the picture perfectly, so he did it very slow and sometimes it made him tired before he finished couring.

Trus di bagian General Comment --> Daffa is too careful at colouring, pre-writing, even at doing the creative activities. He is afraid to do mistakes.

Oh my... What have I done to him? Saya jadi merasa, there must be something wrong I've done in treating him. Betapa menakutkannya bagi saya ketika membaca bagian terakhir: He is afraid to do mistakes.

Beberapa bulan terakhir ini, saya perhatikan, Daffa memang kadang punya kekhawatiran berlebihan ttg banyak hal. Saya tadinya berpikir itu sesuatu yang normal. Perlahan saya mencoba membelokkan kekhawatirannya pada sesuatu yang lain. Pada hal-hal penting yang menurut saya lebih layak untuk dikhawatirkan.

Pernah suatu ketika, kami pergi berdua ke toko depan kompleks untuk membeli telur. Kebetulan ketika itu ada seorang ibu2 kompleks yang juga berbelanja di toko itu, sehingga saya tidak begitu memperhatikan Daffa. Ketika sdg asyik ngobrol, tiba2 gubraakkk..!!! ternyata sepeda motor yang saya parkir di depan toko roboh karena dinaiki Daffa.

Daffa tidak langsung menangis, tapi dia bertanya kepada saya dengan nada bersalah:

'Ma, sepedanya rusak nggak, Ma? Ma, sepeda kita bisa dipakai lagi nggak, Ma?'

Setelah saya berdirikan sepeda motor lagi, saya peluk dia. Saya tanya apakah ada yang terluka, apakah dia baik-baik saja. Baru setelah itu dia menangis sambil badannya agak gemetar dan mengeluh lututnya terluka.

Saya bilang: 'Mama tidak khawatir sepeda motor kita rusak. Mama lebih khawatir kalau abang terluka.' Tentu saja sesudah itu saya tegur dia untuk tidak melakukan hal tersebut next time.

It was just an example. Masih banyak hal2 yang lain. Seakan-akan dia takut saya marah, atau papanya marah karena dia melakukan suatu kesalahan. Kadang2, kalau dia tahu dia melakukan suatu kesalahan, dia akan bilang sambil terlihat menyesal: "Kenapa abang melakukannya ya, Ma?"

Duh, saya sebagai emaknya merasa saya mengukir sesuatu yang salah pada sebuah jiwa yang masih polos. Saya takut, anak saya jadi seseorang yang ragu dalam melakukan banyak hal karena takut berbuat salah. Saya takut anak saya menjadi seorang paranoid. Saya takut anak saya menjadi tidak teguh dalam pendirian karena khawatir membuat orang lain marah.

Mungkin bagi banyak orang, ketakutan dan kekhawatiran saya terlalu berlebihan. Tapi saya tidak bisa melepaskan frame saya sebagai seorang ibu. I'm the person who have biggest interference to my children. Apapun yang saya lakukan dalam memperlakukan anak2 akan berefek permanent dalam membentuk mereka menjadi sebuah pribadi.

Sunday, August 19, 2007

Hidup tanpa pembantu? Hmmm....

Tadi siang di Sunsmile, waktu nungguin abang keluar dari kelas, saya ngobrol2 sama mommy-nya Ashley. Cukup ngalor ngidul sih, tapi lumayan banyak memberi saya beberapa sudut pandang yang berbeda dalam banyak hal.

Blio bercerita ttg kehidupan mereka sekeluarga ketika masih tinggal di Amerika. Dengan 2 balita dirumah, tanpa pembantu, semua berhasil dilalui baik-baik saja. Rumah tetep rapi, makanan yang tersaji dimeja adalah hasil masakan rumah, jalan2 sekeluarga juga tetep bisa dijadwalkan.

Saya jadi malu pada diri sendiri. Salah satu alasan saya enggan dan ragu mengikuti my beloved hubby ke negara orang adalah kekhawatiran saya tidak bisa hidup tanpa pembantu. Kuwatir kalo nanti rumah berantakan ndak ada yang bantuin merapikan. Kuwatir nanti kalo Nino nangis sementara saya masih repot sama abangnya. Kuwatir kalo saya ndak punya waktu lagi untuk chatting. Kuwatir kalo saya berubah jadi orang yang uring2an terus karena capek...

Tapi semua itu mungkin memang harus melalui proses pembiasaan ya. Saya terbiasa menjadi wanita bekerja yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Semua pekerjaan rumah tangga dihandle oleh pembantu. Ketika saya sudah jadi full time mother dan tinggal di rumah, saya selalu masih punya pembantu.

Hmmm..... coba deh, saya belajar mengerjakan sesuatunya sendiri. Terutama yang menyangkut masalah anak2. Toh, seperti arti kata itu sendiri, pembantu adalah berfungsi untuk membantu. Bukan untuk menggantikan dalam melaksanakan tugas utama.

Sebentar lagi mau lebaran. Mungkin itu momen yang tepat untuk mulai belajar melakukan segala sesuatunya sendiri....

Happy Anniversary, Republik Indonésia !

Semalam di kampung kami, atau lebih tepatnya di kompleks perumahan yang kami tinggali, diadakan acara peringatan kemerdekaan Indonesia.Dan seperti lazimnya peringatan yang diadakan di kampung2 lain, panggung hiburan lengkap dg atraksi2 pertunjukan dari warga untuk warga tidak ketinggalan menyemarakkan hari ulang tahun RI yang ke 62. Dan seperti lazimnya banyak kegiatan yang diadakan di Taman Cemara, semuanya terasa berlebih-lebihan dan tidak terasa pas untuk saya. Lha bayangkan saja, malam peringatan 17-an yang cuman selevel satu RW, disponsori oleh Indosat dan Astro. Untuk makan malam bersama para warga, sengaja dibooking salah satu restoran etnik di Jogja yang menyediakan menu sepinggan, dg harga per porsi yang tidak bisa dibilang murah...!!

Entah kenapa saya merasa tidak 'well-blended' dengan lingkungan disini. Buanyak deh hal-hal kecil yang tidak sreg di hati. Saya masih ingat, pertama kali ikut pengajian bulanan di kompleks. Melalui jaringan komunikasi para pembantu (kekekek...) saya janjian mo nyamperin Bu Amir, tetangga berjarak 3 rumah. Waktu itu saya berdandan biasa-biasa saja, lha wong mau ke pengajian itu kan yang penting rapi, bersih dan tertutup aurat kita. Sesampai di rumah Bu Amir, saya sempat terperangah. Halah... si ibu yang emang dasarnya modis dan kinclong itu bener2 berbusana selayaknya orang mo pergi kondangan. Lengkap dengan dengan tas centil dan sepatu hak tinggi yang berbunyi cethok...! cethok..!

Saya langsung melirik kaki saya yang cuman pake sandal buat jalan2 keliling kompleks. Tas tangan? Halah... wong dasarnya saya ini ndak suka pake tas centil, jadi cuman bawa dompet yang tak selipin di kantong pantat celana... Jadi, bisa dibayangkan lah, betapa kontrasnya penampilan kami waktu itu... Tapi saya pe-de aja, berangkat ke pengajian dg dandanan a la saya itu. Saya pikir, ini pasti karena si ibu tetangga saya itu emang tipe modis, jadi pasti ndak nyaman lah kalo keluar rumah ndak pake berdandan kinclong gitu.

Sesampainya saya di tempat mengaji, hwarakadah.....!! terpesonalah saya melihat warna warni dan kemilau ibu-ibu peserta pengajian. Ternyata....., Bu Amir di sebelah saya itu adalah sample yang mewakili penampilan ibu-ibu Taman Cemara in general. Dan tiba-tiba saja, saya merasa, Bu Amir-Bu Amir tersebut memandang saya dg sebelah mata, seakan saya bukan sepadan mereka.... Well, semoga itu cuman perasaan saya. kan emang yang namanya perempuan itu suka berperasaan yang aneh-aneh...

Waktu saya cerita sama hubby, dia cuman senyum aja. Dia bilang: Welcome to the neighbourhood...!!

Kembali ke masalah panggung hiburan tadi, saya sih seneng aja dg keberadaan malam hiburan tersebut. Soalnya saya bisa ajak anak2 dan si embak berrekreasi yang murah meriah sambil makan enak. Cuman, saya kok merasa kehilangan rasa 'guyub' bersama para warga yang lain... Rasa yang selalu ada dalam dada saya ketika kami masih tinggal di kampung yang lama.

Tapi mungkin ini yang dibilang, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Seiring dengan punahnya ladang dan lubuk di lingkungan saya yang baru ini, punah juga belalang dan ikan sebagai habitat-habitat pengikutnya. Tinggal kami para manusia yang harus mewarnai hidup kami sendiri....

Thursday, August 9, 2007

He is my boy....

Saya masih online nih. Nungguin janjian chatting sama hubby. Kayaknya waktu disana lagi maghrib deh, jadinya belum nongkrongin laptopnya...

Tadi siang disekolah Abang, saya dicegat sama Principle-nya. Blio kayaknya lagi nggak sibuk, trus pengen ngajakin ngobrol2 seputar anak-anak didiknya. Menyenangkan sekali ternyata mendengar beliau bercerita ttg anak-anak. She really loves her job.

Salah satu komentarnya yang membuat saya sangat bangga adalah ttg Daffa. Anak saya yang tidak pernah bisa diam ini, sudah mulai sedikit lebih 'dewasa'. He is kind of being a leader for his classmates. Mungkin bisa dipahami karena umur Daffa yang paling tua dibandingkan anak2 yang lain.

Sebenarnya dulu saya mendaftarkan Daffa untuk kelas Prep-1. Tapi berhubung ini sekolah baru, peserta Prep-1 ternyata cuman Daffa seorang. Jadinya dia dimasukkan ke Nursery class. Dg umur siswa lain berkisar antara 3 - 3.5 thn, of course Daffa yang sdh 4 thn jadi yang tertua above all. Kalo yang lain masih pada bandel2 mengikuti kata hati mereka (kebayang nggak sih, nyuruh anak umur 3 thn utk duduk diam mendengarkan cerita bu guru?), Daffa sudah mulai memperhatikan dan imitating whatever the teachers says. bahkan juga menegur teman sebelahnya yang suka ngajakin ngobrol ditengah pelajaran. Hehehe.... I'm so damn proud of him. He is my boy....

O iya, tadi pagi saya sempat berdebat sedikit dg Daffa. Begini kronologis perkaranya. Dia bercerita kalo ada teman baru di kelas.

"Namanya Muffin, Ma"

"Hah, Muffin? Apa Abang nggak salah dengar tuh? Muffin kan nama kue. Masak teman Abang namanya kayak nama kue bgitu?"

"Iya, Ma. Baru kemaren masuk ke kelas. Kata Miss Manda, namanya Muffin. Nanti deh, Abang tunjukkan sama Mama yang namanya Muffin..."

Ketika siangnya ketemu sama Principle dan ngobrol2, terangkat pula topik ttg anak baru teman sekelas Daffa ini. Dan ternyata namanya adalah: Marvin...!! Sambil ketawa saya cerita ttg perdebatan kami sebelum berangkat tadi pagi. Miss Deti ketawa, dan berkomentar sesuatu yang bener2 menyentuh hati saya.

"So, Daffa tells you everything happening in school ya?"

Komentar yang almost nothing itu bener2 terngiang2 dalam kepala dan hati saya. Sumpah, saya merasa bahagia sekali ada orang lain yang menyimpulkan demikian.

Well, mungkin anak2 lain juga melakukan hal yang sama to their moms. But this is Daffa, and he is my boy...

Hello again....

Hello again... It has been ages not publishing anything through this blog..

Itu salah satu efek dari suami pulang kampung. Efek yang lain adalah berat badan yang naik drastically. Bagaimana tidak naik, lha wong yang namanya ditungguin suami, kan seneng tuh nemenin makan, trus kadang kalo jalan2 pasti ada acara jajan diluar. Sudah gitu, secara teratur kita bikin acara baru, bobok siang setelah makan... Jadi masuk akal bukan kalau berat badan bergerak naik. Anyway...

Tadi malam di Jogja ada gempa lagi. Tidak terlalu besar, tapi cukup berasa. Tetangga langsung berlarian keluar rumah. Padahal itu sudah 5 menit lewat tengah malam. Mana Jogja sedang dingin banget, dan berangin lagi.... Trauma itu sepertinya memang susah hilang ya... Besok paginya, informal news dirilis di... warung sayur dekat rumah... Reporter utama adalah si embak kasir yang juga bertugas sebagai timbangan officer. Audience-nya, of course, adalah ibu-ibu rumah tangga dan para PRT. Tapi amazingly, beritanya cukup akurat dan cepat. Entah darimana sumber berita, mengingat para 'insan pers' adalah ibu2 yang pasti tdk sempat nongkrongin TV pagi. Dan harap diingat, Live News Release tsb terjadi pukul 6 pagi!! Kedaulatan Rakyat pun bahkan belum sempat dibagikan oleh para loper..... Memang hebat kekuatan para ibu-ibu rumah tangga dalam hal mencari berita ya.... Hidup ibu rumah tangga !!

Monday, May 28, 2007

Floppy, our puppy...

Dua-dua anak saya tiap hari punya kegiatan rutin: mengejar-ngejar anjing tetangga. Banyakan sih si Adek yang tertatih-tatih sambil berteriak-teriak dg bahasanya, berlari di belakang Garry (kata si embak, nama anjing itu Garry. Mungkin terinspirasi sama piaraan Spongebob kali ye…). Trus si Abang menimpali berteriak2 di depan rumah sambil menyemangati si Adek. Jadilah tontonan rutin kami setiap sore di depan rumah… Entah majikan si Garry keberatan atau tidak kalo anjingnya teraniaya secara psikis setiap hari karena dikejar-kejar anak-anak bandel Pak Muchtar.

Kemaren pagi, si Abang merengek minta dibikinkan origami anjing. Masih terinspirasi sama si Garry kayaknya. Akhirnya dg nyontek buku koleksi origami jadul, berhasil jugalah saya menciptakan sebuah makhluk yang berbentuk mirip anjing kecil. Berhubung bentuknya lucu dg telinganya yang klewer-klewer, kami namain dia Floppy (jujur ajah, saya ndak ngerti artinya floppy itu apa. Tapi kayaknya sih sesuatu yang berhubungan dg telinganya yang klewer-klewer itu…)
Senengnya si Abang dengan anjing palsu bikinan emaknya ini. Dibawa lari keluar si Floppy ini untuk dipamerkan ke tetangga2 yang lagi pada ngumpul sore2 dibawah pohon di depan kompleks. Dengan bangganya si Abang cerita kepada semua orang, kalo dia punya anjing yang dikasih nama Floppy.

Dari dalam rumah saya ketawa geli dan bahagia melihat si Abang yang begitu excited dg mainan barunya. Mainan baru yang hanya seharga 2 lembar HVS bekas…
Kebahagiaan seorang anak kecil yang begitu sederhana, yang bikin saya sebagai emaknya begitu terharu.

Wednesday, May 23, 2007

Suwunk....

Saya lagi suwunk (yang gak bisa basa Jawa, ini artinya: empty...). Counting down menunggu kekasih saya pulang, kok ya ndak sampai-sampai.
Tadi siang maem pempek sama Mbak Ade, 5 macam pempek tumplek-blek (campur-aduk, red.) jadi satu. Perut masih brasa kenyang, trus ngantuk didepan komputer karena ada angin sepoi-sepoi. Tapi mo tidur, jelas ndak bisa... lha kalo ditinggal tidur, para bandit kecil ini mo dikemanakan...?

Ini questionaire nyuplik dari Liya. Makasih ya, Liy... Lumayan merintang-rintang waktu.

The song you've been most singing to yourself recently?
> Iwan Fals' -keterusan dengerin CD sambil nyetir

What do you currently want right now?
> lying down on my King-size bed, with my husband by my side...

What did you do today?
> maen di Gramedia Sudirman trus maem pempek di Jl.Palagan sama Abang dan Mb Ade

Are you hungry? What would you like?
> definitely kekenyangan sesudah serombongan pempek yang terdiri dari 5 kawanan berimigrasi ke perut.

What have you been thinking about most today?
> I got so many pending things to be done. Remind me on how unorganized person I am.

Do you ever just sit outside and watch the stars?
> One of my favourite thing on my spare time.

Do you do a lot of surveys? Why?
> survey ttg apa kedoyanan my kiddos. Survey ttg kealergian mereka. Survey harga dan kelayakan sebuiah oven listrik yang begitu saya impi-impikan. Survey ttg salon kecantikan yang mumpuni...(hiihhhaahhh...).
Why? definitely bukan karena saya bercita-cita jadi pegawai Badan Pusat Statistik.

What is your current annoyance?
> no time to repotting my orchids...

Do you want a new cell phone?
> nope

Are you waiting for someone right now?
> iya banged

What time are you going to bed?
> 21:00 WIB

Name one thing you're looking forward on this week?
> Andrea Hirata's books

Are you planning on visiting some old friends?
>not really sure...

Can you make new friends easily?
>sometimes... depends on the mood.

What would you do if your best friend turned gay?
>Wewin a gay? wakakakak....... I'l be laughed to die...

Do you plan out what you wear the day before you wear it?
> halah.... boro-boro buat memplanning busana sehari sebelumnya... lha kadang mo pergi aja masih sempat bengong di dpn lemari, bingung mo pake baju yang mana.

Has anyone ever told you "You dropped your pocket", and you looked down looking for it?
>pasti itu...

What is music to you?
>something relaxing my mind...

Have you ever fell for your best friend?
>jaman sekolah dulu

If you had a chance to save someone significant to you, would you? [even if its the same result that, they'll forget you].
>never had that kind of situation, but I think I would.

How many times do you eat each day?
>most of the time 3 times a day, ramadhan is an exemption

How do you cheer someone up?
>by telling some jokes, it works for some of my friend.
By hugging and telling stories, it works for my sons.

Is it easier for you to fall asleep or to be woken up?
>Before schlumberger, it was easier to be woken up than fall a sleep.


Have you ever had breakfast in bed?
>when I was hospitalized.

Are you a picky person?
>If i say to my self, I'm not at all

Think of one person, stick with it. You dont have to say their name. Would you pick them upstranded 100 plus miles away if it was your birthday?
> kagak ngerti maksudnya...

Has your best friend ever hurt your feelings?
>haiya pernah lah... Tapi juga namanya best friend, selalu ada maaf dan tidak pernah ada dendam. Aamiin..

Seriously. Do you know how to dance?
>Ndak, walopun ibu saya dulu penari...

Do you think its funny when people get hurt?
>Jelas tidak dunk

Who makes you laugh the most?
> My kiddos, they light-up my life...and my husband...