Monday, October 1, 2007

Daffa back to school

Hari kemaren, Daffa sudah mulai masuk sekolah lagi. Sekarang sudah masuk Term 2. Seneng banget kayaknya dia masuk sekolah lagi, setelah seminggu tergeletak tak berdaya di rumah. Liburan seminggu kemaren memang dihabiskan hanya untuk mengunjungi rumah sakit, karena dia and his baby brother demam. It was really a thriller week for me. Saya emang kalo anak-anak sakit, selalu yang tidak bisa tidur, tidak bisa beranjak dari sisi mereka, dan ujung2nya pasti terserang sakit perut. Kalo menurut dokter sih, itu tanda-tanda kelebihan asam lambung akibat stress. Habis, gimana mau enggak stress? Dua-dua anak saya demam sampai hampir 40 degC. Sudah gitu, si Nino ini punya riwayat kejang demam (tapi untung, yang demam kali ini ndak pake kejang). Tiap malam, selalu nyimpen termometer, senter, kompres plester di bawah bantal. Mengapa di bawah bantal? Soalnya biar mudah diambil walopun mata masih sayup2 melek he he he. Nino yang biasanya ceria tralala, nggak bisa diem dan anteng, tiba-tiba aja yang kayak handuk basah dijatuhin ke lantai. Bener-bener yang diemmmm aja, ndak mau ngomong, ndak mau makan.... Untung semua sudah terlewati dengan baik.

Trus saya jadi ingat pernah mikir begini: "Hebat juga si Abang ini ya, teman2nya bergiliran nggak masuk sekolah karena sakit (batuk, pilek, demam, and so on...) eh, si Abang ini tetap tegar tidak tergoda dan tertular. Ngerti dia kalo emaknya harus bayar mahal untuk sekolah disini, mangkanya he doesn't want to waste any days of his school day....."

Eh, lha kok ya dia milih hari sakitnya pas libur sekolah Term Break. Bukannya saya hepi dengan pilihannya itu. Tapi kalo boleh milih, ndak usah deh pake acara sakit begitu. Bikin kuwatir aja....

Sunday, September 30, 2007

Kenapa ayam menyeberang jalan?

Sudah tanggal 30 Sept. Besok sudah bulan baru, bisa posting lagi. Ini ada joke lucu dari eks teman2 kerja saya dulu (Terima kasih ya teman2ku, para engineer yang masih berada di jaman ke'kelam'an... he he he, no offend yak..!!)

Sebenarnya mungkin sesuatu yang sudah tidak terlalu lucu banget. Judulnya adalah Kenapa Ayam Menyeberang Jalan?

Begini jawabannya :

*Guru TK : supaya sampai ke ujung jalan

*PLATO : untuk mencari kebaikan yang lebih baik

*POPE : hanya Tuhan yang tahu

*POLISI : beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa

*ARISTOTELES : karena merupakan sifat alami dari ayam

*KAPTEN JAMES T.KIRK : karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi

*MARTIN LUTHER KING, JR : saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyebrang jalan tanpa mempertanyakan kenapa

*MACHIAVELLI : poin pentingnya adalah ayam menyebrang jalan! Siapa yang peduli kenapa! Akhir dari penyebrangan akan menentukan motivasi ayam itu

*FREUD : fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyaman seksual kalian yang tersembunyi

*GEORGE W.BUSH : kami tidak peduli kenapa ayam itu mnyeberang! kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami.tidak ada pihak tengah di sini!

*DARWIN : ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

*EINSTEIN : Apakah ayam itu meyebrang jalan atau jalan yang bergerak dibawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri

*NELSON MANDELA : Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyebrang jalan! dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati

* THABO MBEKI : kita harus mencari tau apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan

*MUGABE : Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyebranginya dengan dorongan ayam2 veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyebranginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya!

*ISAAC NEWTON : Semua ayam di bumi ini kan menyebrang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Bagi saya yang setiap hari hanya berkomunikasi dengan anak-anak dan ibu2 rumah tangga 'normal', joke ini ha ha ha banged deh....

Friday, September 28, 2007

Hiatus

Whaaaa.... barusan saya check Speedy Alert dari Telkom. Ternyata tagihan saya untuk bulan ini sudah overquota.

Terpaksa deh saya stop dulu blogging-nya sampai masuk bulan Oktober nanti. Hu hu hu, sedih deh.... Habis mau bagaimana lagi? I just feel not doing thing wisely, and it makes me a bit guilty.

Thursday, September 27, 2007

Mama, kapan mama hamil lagi?

Begitulah Daffa sering mengatakannya pada saya. Dia bilang, kepengin punya adik perempuan 2 orang. Satu mau dikasih nama Putri Yue, dan yang satu lagi mau dikasih nama Katara ... He he he.... dasar keluarga pecinta Avatar, The Legend of Aang !

Trus, suatu ketika saya coba menanyakan padanya: "Trus Nino gimana dong kalau kita punya bayi lagi?"

"Nino dikasih sama orang aja..."

Waaakkkss...!!@@#$!! Sungguh..., itu bukan saya yang ajarin.....

Trus, tadi pagi waktu kami belanja di Amplaz, kebetulan di sebelah kami ada ibu hamil. Kebetulan ibu itu memang seger dan sexy (sexy a la bumil, of course...). Eh, si Daffa yang enggak berenti2nya ngeliatin ibu itu. Dalam hati kepengen kali ya ngelihat emaknya kayak si bumil nan cantik itu...

Yahh, nanti lah, Nak. Tunggu ayahmu pulang dari merantau demi segenggam intan untuk kita semua

Tuesday, September 25, 2007

My son's girlfriend

Sebenarnya saya sudah mau menulis ttg ini long time a go. Tapi selalu saja terlupa karena harus melakukan hal-hal yang lain. Atau karena ada topik yang lebih menghebohkan.

Ini tentang Daffa yang berkawan dengan anak perempuan salah seorang tetangga kami di Taman Cemara ini. The girl's name is Ara, anak kelas 1 SD.

Nah, yang namanya Ara ini, suka banget main ke rumah kami. Kalau sore-sore waktu jalan anak2, tiba2 saja dia nongol ke dalam rumah. Tanpa beruluk salam, tanpa ba-bi-bu. Langsung aja nyelonong ke dalam rumah. Sudah gitu, dia ini suka usil banget mengacak2 mainan Daffa dan Nino yang (kadang) sudah dibereskan sama si Embak. Sering juga dia nekat mengajak anak-anak main kejar2an dan petak umpet di dalam rumah. Huaahhh... bisa dibayangkan untuk manusia kecil seukuran dia yang berbobot 45 kg bersliweran di dalam rumah kami yang tidak bisa dibilang luas. Gedebak-gedebuknya itu loh....

Yang bikin saya keki lagi, akhir-akhir ini Daffa suka ngajakin si Ara nge-game di komputer kami. Haduuuhhhh.... itu komputer kalo rusak terus gimana coba. Kalo yang ini, biasanya langsung dua anak itu saya suruh pindah dari depan komputer dan main sepedaan di luar.

Pokoknya, briefly, saya sebel banget sama anak ini. Kalo dia nongol, saya yang langsung sudah pasang tampang serem, dengan harapan dia ndak betah main di rumah kami.

Tapina, si Daffa ini loh. Dia ini yang kelihatan hepiiii banget kalo si Ara datang ke rumah. Bahkan kadang-kadang suka disamperin supaya main ke rumah kami. Entah untuk sekedar mo nunjukin pistol2an baru atau Nino yang sudah tambah kosa kata. Bahkan pernah suatu ketika, nih. Daffa berlari-lari pulang dari jalan-jalan sorenya, hanya untuk sekedar menyampaikan kepada emaknya: "Ma... Abang ini pacar Kak Ara loh, Ma. Abang suka sekali sama Kak Ara..."

Hu hu hu.... bisa terbayang nggak sih perasaan saya? Dilema nih....

Trus saya yang suka mikir panjang kemana-mana gitu. Membayangkan years from now, ketika tiba saatnya anak2 saya pulang membawa para calon istrinya. Bagaimana kalau ternyata saya tidak suka pada pilihan mereka? Bagaimana kalau ternyata kami tidak cocok each other? Bagaimana kalau ternyata para calon istri pilihan mereka itu juga tidak menyukai saya? Bagaimana kalau...? Bagaimana kalau....?

He he he..... wajar nggak sih kalau pikiran saya sudah melanglang buana ke sana? Soalnya saya yang bener-bener attached banget sama the boys. Mereka itu benar-benar belahan jiwa saya....

Is it me getting more stupid or the world spins too fast?

I just realized something, lately I had no time for reading books. Well, not really 'having no time' but I'm not really into reading anymore. I don't know, I guess internet has fascinated me so much. Or is it because now I'm a full time mother?

The clear thing is, I feel stupid and more stupid and more stupid day after day...

Welcome to unemployee world...!!!

Monday, September 24, 2007

Be commited to a relationship

Kemaren saya chatting sama teman saya, Titi. Sambil menunggu berbuka, kita bergosip ttg salah seorang teman kami waktu jaman masih kuliah dulu. Sebenernya nggak really bergosip sih, wong puasa kok nggosip. Kalo istilah kami tuh, mengambil hikmah dari permasalahan orang .

Jadi ceritanya, ada salah seorang teman kami named Riyana, teman seangkatan di Geofisika UGM dulu. Riyana ini sekarang tinggal di Papua bersama suaminya, sambil bekerja sebagai guru (entah guru entah dosen, pokoknya something related with educating people lah...). Nah, konon kabarnya, rumah tangga Riyana ini sedang diterpa badai karena keberadaan WIL alias Wanita Idaman Lain. Ujung2nya sampai Riyana harus berganti nomer HP karena merasa diteror si WIL ini. Halah....

Nah, menurut Titi, suami Riyana ini yang sebenarnya perlu dipermasalahkan. Kan semenjak beliau memutuskan untuk menikah dg Riyana, seharusnya beliau mengerti arti berkomitmen. Hmm... saya sih manggut-manggut aja. Soalnya, kalo menurut saya sih seharusnya tidak sesimple itu. Bukan sekedar finger pointing, ini salah si anu atau si inu... Kayaknya sih itu kumpulan dari berbagai macam permasalahan, meletupnya menjadi sebuah perselingkuhan...

Nah, yang menarik, Titi sempat melontarkan pertanyaan kepada saya. Adakah ketakutan pada diri saya bahwa suatu ketika hal tersebut akan menimpa keluarga kami.

Hmmm.... mungkin lebih tepatnya bukan ketakutan yang saya rasakan. Lebih kepada kesadaran bahwa kemungkinan itu ada. Toh suami saya juga manusia. Tapi saya percaya bahwa suami saya adalah orang yang trustworthy. He won't do anything behind me. Well, semoga saja pernyataan saya ini bukan suatu ketakaburan. We just believe in simple thing as the key of our relationship: communication. Any failures to build the good one will lead to many possibilities.

Mungkin kami bukan jenis yang selalu mengucapkan I love you pada pasangan kami every single day in our whole relation-life. Wong kadang2 suami saya juga lupa hari ulang tahun saya. Wedding anniversary-pun kadang suka dadakan teringat: 'Eh, iya ya... bulan ini ulang tahun pernikahan kita...' Masa-masa awal hidup bersama dulu, lumayan bermasalah juga buat saya. Serasa nggak diperhatikan, gitu loh. Tapi sekarang kok ya nggak apa-apa, walopun kadang suka terpikir: 'Seneng juga nih kalo tiba2 dapat surprised gift dari suami...' Tapi ya sudah, memang typical suami saya kayak begitu. Toh saya tahu sekali, dengan tidak mengingat kapan hari ulang tahun saya, bukan berarti dia tidak mencintai saya. We do know we love each other. We respect each other.

Kalau suatu ketika suami saya memutuskan ada wanita lain dalam hidupnya, bagi saya, itu berarti he is not the same person I'm fallen into. Mungkin itu saatnya kami harus mereview kebersamaan kami. I wish that day will never come, since I do hope I'll spend the rest of my life with him.